Setelah Kunjungan Presiden Jokowi di Natuna, Kapal Ikan Asing masih terdeteksi

Setelah Kunjungan Presiden Jokowi di Natuna, Kapal Ikan Asing masih terdeteksi


Refrensi pihak ketiga

digitalberita.com -
Beberapa hari yang lalu terjadi aksi yang membuat pemerintah Indonesia marah, diketahui ada kapal ikan dari China yang masuk tanpa izin di Laut Natuna dan sempat membuat pemerintah Indonesia marah.

Presiden Jokowi mengambil langkah dengan mengunjungi Laut Natuna untuk memastikan bahwa tidak ada kapal ikan Asing yang masih berada di Laut Natuna tetapi sebaliknya ternyata masih ada kapal ikan Asing yang masih terdeteksi berada di Laut Natuna.

Hal tersebut terbukti dengan pantauan udara TNI yang menggunakan pesawat intai maritim Boeing 737 AI-7301.
Dari pantauan tersebut masih terdapat 30 Kapal Ikan Asing (KIA) yang masih berada di Laut Natuna bagian utara.

"Jumlahnya Sekitar 30 KIA" Ujar Panglima Komando Gabungan Wilayah I Laksdya TNI Yudho Margono.

Dengan adanya temuan itu Yudho langsung mengambil tindakan dengan mendatangkan Kapal Perang KRI  Karel Satsuit Tubun (KST) 365, KRI Usman Harun (UH) 359 dan KRI Jhon Lie 358 untuk melakukan upaya pengusiran KIA tersebut.

Yudho juga mengatakan bahwa ia akan melakukan tindakan persuasif untuk pengusiran KIA tersebut di Laut Natuna.

Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Kapal Coast Guard China untuk segera keluar dari Wilayah Laut Natuna.

Baca juga : Indonesia Diminta Berperan Aktif untuk Mencegah Terjadinya Perang antara Amerika-Iran

Post a Comment

0 Comments